Minggu, 15 April 2018

BESIDE YOU :)

"Ari idah bade enjing ??" tanyanya di whatsapp.
"Bade cnah... Ngan gak tau tmpatna denis said" jawabku.
"D share loct , Ari denis terangeun kantor disdukcapil teu? Peuntaseunana"
Percakapan malam itu , hingga akhirnya mendapat kesimpulan bahwa aku, denis, wulan dan rima akan pergi ke acara itu. Bersama mereka :) .

Keesokan harinya, acuy menanyakan alamat rumah denis "share loct!!" katanya. Tak ada fikiran sedikitpun bahwa mereka akan benar-benar datang , tapi saat sang acuy menyuruh salahsatu dari kami untuk keluar rumah , benar saja. Mereka sudah ada disana. Entah senang atau apa . Yang jelas aku merasa nyaman akan kehadiran mereka.

Ahhh.. Betapa tak percayanya aku. "Jam berapa dari sana?" tanyaku. "Setengah tujuhan" katanya.
Aku membantu denis untuk menyiapkan teh manis bagi mereka, tamu spesial pagi hari itu. Dan untuk selamanya. Rasanya, begitu dekat. Meski merasa malu. Tapi itulah yang terjadi. Kita sarapan bersama untuk yang pertama kalinya dengan orang-orang itu.

"Tatapan matamu, cukup . Jangan terlalu lama. Aku takut kau hanya memberiku kebahagiaan sementara." kataku dalam hati. kita berangkat menuju tempat kajian ustadz adi hidayat. "san, jemput lagi atuh. itukan motorna matic satu." salah seorang dari kami.
akhirnya keputusan dijatuhkan, Husen dan ikbal pergi dengan beat , ihsan dengan hasan pergi dengan moge milik ihsan. cukup keren :B . Selang beberapa  menit Ihsan dan ikbal kembali dan menyerahkan salahsatu motornya. Aku segera mengambilnya dan berniat pergi bersama Wulan agar nanti wulan yang bulak-balik jemput Denis dan Rima." Itu yang jalan ada yang bisa motor gak?" tanya isan. "Gak"
"Tukeran atuh. Biar entar yang balik laginya ana sama ikbal. Biar awet bensin. "Gimana sih?" "ya... Entar yang ngejemput lagi na saya sama ikbal. Motor ke wulanin" "initeh biar awet bensin atau biar cepet?" Tanyaku.  Karena setrlah difikir2 bensin yang keluar ya sama aja. "Dua-duanya" katanya dengan senyumnya.

Aku yang datang lebih dulu bersama Rima tak berani masuk ke area acara. 'Lebih baik menunggu yang lain.' meski sebenarnya kami sudah tau bahwa disanapun sudah ada si kembar aseli bandung.

Cukup lama menunggu, datang lah empat orang yang dinanti.
Aku, Rima , wulan dan Denis segera menuju meja registrasi.
"Selamat pagi mbak, sebelumnya udah daftar belum..?" tanya sang penta.
" belum ." jawabku. "Oh yaudah, isi disini." katanya sambil menuju daftar hadir tamu.
"Tapi da kata acuy mah udah di daftarin dah, " kata denis.
"Oh udah katanya teh," kataku lagi pada sang penta. "Atas nama siapa ya ?"
"Hasan."
"Oh pak Hasan, tadi udah kesini ya.. Bisa tolong panggil dulu.?"


Trek, sadar tak sadar. Ternyata sedari tadi kau berada di sampingku .tepat disebelah kiri. Hanya berjarak beberapa sentimeter. Aku nyaman. Ingin rasanya kusandarkan diri ini pada pindah kuat mu, menggenggam erat tangan mu, berkata bahwa aku bahagia berada dekat denganmu tanpa berfikir tuk pergi darimu, pergi meninggalkanmu.

Sembari sang Hasan berdiskusi dengan panitia tentang nasib keempat kawannya yang ternyata kami daftar setelah kuota penuh. Kau masih berada di samping. Dan aku benar2 tak ingin pergi dari waktu itu, tak ingin beranjak dari tempat itu , tak ingin berjauhan dari kehangatan itu, darimu.
"Ada suatu batasan diantara kita, dan itu hanya bisa dilewati dengan akad." katamu pada suatu malam saat program ppl. Ok , aku mengerti.



Acara selesai, sekitar pukul 11.00 . acara nya tak terlalu seru, tapi ada momen yang cukup haru, bangga saat acuy , salahsatu teman kami berani maju kedepan. "Dude herlino" katanya. Emang cukup mirip.
Keempat kawan ikhwan ku menunggu di gerbang,  kita segera menuju kesana.
"Kita mau dianterin lagi..?"
"Masa we nggak mah."


Sepertihalnya saat berangkat aku pulang lebih dulu bersama denis menuju rumahnya dengan beat milik iqbal. Di sertai isan dan iqbal dengan moge milik isan.  "Kesini lagi atuh...!" suruh denis pada mereka berdua. "Iya, gimana entar." mereka pergi. Sepi. Tapi tak apa , nanti juga kesini lagi. Kan nganterin Rima wulan.


Tak lama, Rima dan Wulan datang. Tapi tak bersama orang yang tadi , "den , minta minum." kata Hasan.
"Den den.. Umpetin power bank nya, biar ntar pada kesini lagi." salahsatu dari kami berbisik.

"Mana tas si isan? Sama power bank..?" kata Hasan. Ah kupikir dia lupa. Ah rasanya cukup berat. "Mau kemana atuh mani rarusuh.."
 "mau ke ciwidey."
" atuh ihh.. Entar dulu, kita nyeblak dulu.."
"Ah.. Rusuh." dan saat itu benar2 sepi.


"Euh atuh mani rarusuh," ku kirimkan pesan singkat via whatsapp.
"Entar juga kesana lagi da." katanya. "Kan tas sama powerbank masih disana." tambahnya.
"Udah diambil ku acuy."
"Wah? Da isan sama iqbal mah pengen istirahat dulu eung.. Cape."
"Iya sini atuh."
"Ntar, ngomong dulu ke acuy."


Entah apa yang mereka bincangkan di sebrang sana. Sebrang , jauh. Dan keputusan akhir, mereka kembali. Ke markas kami kala itu. Sungguh bahagianya.
"Dah, masak seblak we." aku dan denis pergi ke pasar dengan mio milik kakak denis. Untuk menjamu para tamu. Cukup lama. "Den, idah bahagia ih.." bisikku padanya.

Selesai masak, kami makan bersama. Sederhana saja, tapi ada kehangatan didalamnya. Obrolan-obrolan ringan.
Aku ambil hp ku dari kamar , di cas.
Pesan masuk . "Dah, dimana..?" sekitar satu jam yang lalu.

"Di rumah denis." jawabku, masih melalui whatsapp. Padahal kita berhadapan. Tapi pesan masih terus berbalasan. Jarak antara kita sekitar 2 meter tapi untuk bercengkerama biasa rasanya akan kaku ,beku.. Jadi tetap di whatsapp saja. Kamu tersenyum, dan aku bahagia . lagi.

Sekitar jam 15.00 mereka pulang ke markas nya. Rumah si kembar. Sebenarnya tak ingin berpisah, tapi apalah daya.
"Aku benar2 bahagia, dengan hari itu."
"Terimakasih Bandung dan orang2 yang ada di dalamnya, serta momen indahnya."



Terimakasih , mamah denis... Cici... A pepe.. Teh ayu.. Teh ani.. Quimby.. Sahira.. Fidella.. Dll.
Hasan Nasrullah Fatah
Husein Nasrudin Firdaus
Iqbal Muhammad Fatwa
Muhammad ishan mauludin
Isnaennisa jamilah
Rima rumaisah
Wulan Diani


Pas pulang menuju tasik, di garut aku denis rima dan wulan melihat kalian di motor.
Udah. Itu aja.

Libur UN
Bandung , 14 April 2018

Sabtu, 14 April 2018

Bandung today

Libur UN...
Hari ini merupakan hari yang sangat spesial untukku , dan orang sekitarku . mungkin :)
Di kota Kembang ini ku ungkapkan  bahwa aku merasa bahagia berada didalamnya terutama saat orang-orang yang berarti bagiku hadir mennyempurnakan kebahagiaan ini..
Secara tiba-tiba tanpa planning dari jauh hari...
Terima kasih

Kajian bareng-motor beat- seblak-nutrisari jeruk-rumah denis-syauki-teh manis- power bank- pasar- kean- your smile :* -denis-rima-wulan-acuy-didan-blend-ishann -abc XXII

Bandung, 14 april 2018