Selasa, 19 Maret 2019

Ampera Dan Beasiswa

Cigalontang, 22 januar 2019
tempat itu tiba2 membuat kenangan masa lalu Hadir kembali Di kehidupanku..
Membangunkan rindu tuk lebih sering datang memenuhi fikir ku..
Aku rindu..
Saat kau datang Di tiap waktumu untuk sekedar menyapaku, menemani hari2ku..
"amperamah tempat buat ngasuh."
"keun atuh sugan we urang kaumuran tiasa ngasuh sareng ddieu"

kamu tau.. Akhir2 ini aku sudah mencoba sekuat kemampuanku untuk menghindar darimu, melupakan semua tentang u, atau bahkan menghapuskan apa yang telah ku percaya kan padamu... Tentang hatiku Dan hatimu...
Aku mampu.. Aku bisaa..
Aku kira akan terus seperti itu, bisa terbebas dari memikirkanmu,,, Bisa bersikap netral dihadapanmu, bisa melalui hari Tanpa mempedulikan keberadaanmu.. Tanpa menanyakan kabar tentangmu...
tapi nyatanya, baru beberapa hari aku memaksa diriku untuk seperti itu, semua seperti runtuh kembali.. Seperti semula... Atau bahkan lebih parah dari itu..
Semua itu terjadi hanya karena pertemuan denganmu, hanya karena magnet dari matamu,,,,
Aku rindu kembali..
Aku tak bisa membohongi diriku lagi,
Dan Di hari ini, aku dihadapkan pada latar tempat yang mengandung seribu rindu itu..
Bandung.. Dan ampera..
Saat sapaan Mu adalah santapan nikmat Di tiap pagiku.. Saat ucapanmu adalah kehangatan bagiku..
Aku hanya rindu..
Rindu ucapan manismu, janji sucimu..

Kamu tau, bahwa aku sangat menginginkanmu,
Aku ingin bersama u secepatnya..
Tapi aku tau keadaan u, aku tau mimpi2mu..
Dan aku tak tau apakah kamu masih memiliki rasa yang sama seperti saat Di bandung kala itu seperti saat percakapan tentang ampera waktu itu.. Aku tak tau..
Jika iya pun.. Rasanya cukup berat bagimu untuk menungguku selama 4 tahun..
Aku rindu.. Tapi aku tak bisa memaksamu
Aku rindu.. Tapi aku terlanjur memilih beasiswa itu

For you : Fathiyah almuna

Aku persembahkan tulisan ini untuk adik-adik ku yang duduk Di kelas IX.
Berbincang dengan kalian adalah sebuah kebahagiaan, aku nyaman melakukannya. Meski ku korban kan waktu makan malam ku.. Karena seringnya begitu.
Waktuku Berbincang panjang hanya Setelah shalat Maghrib, sisanya aku dengan hidup ku. Kalian dengan kehidupan kalian. Meski kita masih dalam satu naungan lembaga yang sama, shalat Di satu mesjid yang sama. Tapi begitu lah nyatanya. Kalian memiliki aktifitas masing2.
Bermula dari tugas ku sebagai guru bahasa kalian saat kalian masih lugu, saat kalian belum tau menau tentang sekolah ini, saat kalian baru meleepas seragam putih merah kalian.
Mungkin kala itu aku memang lebih pintar dari kalian, aku lebih tau bahasa2 asing yang sering Di ungkapkan kakak2 kelas kalian,aku lebih menguasainya dibanding kalian. Dan aku yang kalian jadi kan objek bertanya kalian.
Sehingga banyak kakak kelas kalian yang mempermasalahkan kedekatanku akan kalian, aku jawab saja kalau aku adalah guru bahasa kalian. Bukannya begitu?
Waktu berlalu, tibalah tugas baru saat aku harus meninggalkan kalian.
Aku dengan tugas ku Sebagai roisah sekaligus keamanan Dan kalian dengan guru bahasa baru kalian.
Sejak saat itu, aku hanya bisa melihat perkembangan bahasa kalian yang semakin membaik, kalian lebih ceria, jelas.. Guru baru kalian lebih professional..
Pernah aku ingin kembali, tapi tugas menuntut ku untuk tidak melakukan itu.
Kalian masih membersamaiku untuk bimbingan mengaji.. Meski hanya beberapa orang saja.
Tak ada yang menyuruhku untuk itu, aku hanya ingin kalian lebih baik saja. Semampuku.

Waktu berlalu. Tibalah saatnya aku tidak lagi berada Di barisan kalian, panggilanku pun tak sama lagi seperti hari2 yang lalu, dan sudah banyak yang berubah dari kalian.
Kalian tumbuh tinggi, dan cepat. Apa yang ku tau, kalian pun sudah tau.. Atau mungkin kalian lebih banyak mengetahui dari pada ku.
Hingga kala itu, Di ba'da maghrib. Seperti biasa kalian datangi aku yang sedang memegang QUR'AN Di depan mesjid. "ustadzah, mau qiro'ah" kata salahsatu dari kalian. Kalian berebut untuk menjadi yang pertama. Setelah kelar, kita mulai Berbincang tentang apapun, masaa masa masuk smp, pengalaman ku saat sd, cerita tentang adik2ku, kalian sangat ceria menanggapi cerita2 ku.
Sampai tiba pada saat aku bertanya pada kalian tentang hari2 yang akan kalian hadapi kedepannya. Aku tak pernah memaksa kalian untuk tetap belajar disini, aku tak ingin memberatkan kalian jika memang kalian tak mau disini. "Yang penting kalian lanjut belajar kalo bisa pesantren, syukur2 disini lagi ." kata ku.
Tapi nyatanyaa aku yang semula berprasangka bahwa kalian sudah bosan disini, ingin cepat keluar dari sini, itu salah.
Kalian ingin bertahan, dan aku bahagia sekaligus bangga. Serius.
Tapi ada hal yang membuat kalian ragu untuk bertahan, aku tau karena kalian tak sengaja berkata itu.
aku mendesak kalian untuk menyampaikannya. Tapi kalian tetap diam,, dalam rangka menjaga perasaan seorang aku yang belum bisa Memberikan apa2 untuk kalian.
Hingga akhirnya aku tau, alasan keraguan kalian untuk bertahan ada pada orang2 sekitar ku.
"pengen disini lagi, tapi udah gak kuat. Meski pun kita tau taun depan mah pasti bakal berubah lagi."
Orang lain takkan faham, tapi tidak dengan aku yang sudah lama kenal siapa kalian.
Banyak dari kalian yang gugur, dan alasan utama nya adalah itu, semuanya timbul dari orang2 yang berada Di sekitar ku. Jujur, aku sangat terpukul, sangat.
Bagaimana mungkin aku membiarkan kalian pergi karena kesalahan orang sekitar ku, padahal impian besar kalian adalah tetap disini.
Bagaimana mungkin aku membiarkan kalian mematahkan cita mulia kalian untuk bertahan, sementara diluar kalian belum tentu kuat.
Aku yang sedari dulu selalu ingin membahagiakan kalian, Memberikan yang terbaik untuk kalian,
Aku yang sedari dulu ingin kalian lebih pintar dariku, lebih faham dari pada aku.
Aku yang ingin senantiasa membuat kalian bahagia,
Aku yang inginkan kalian menggapai semua cita kalian, segala yang kalian impikan. Tanpa sedikit pun takut tersaingi.
Tapi nyatanya ada nya aku malah mengganggu kenyamanan kalian.
Mematahkan mimpi mulia kalian,,
Maaf kan aku yang tidak menyadari semua ini.
Maaf kan aku yang terlalu fokus akan ingin ku sampai lupa diriku juga yang melumpuhkannya.

"Tolong, bertahan lah..
Sebentar saja..
bertahan lah...
 untuk sementara waktu....
Semuanya akan berubah,
percaya padaku."
Dan aku sudah terlambat, kalian sudah menentukan pilihan kalian, aku yang tak mampu berkata apapun pada orang sekitarku. Aku tak mampu.
IMaafkan aku..
Fathiyah AlMuna.
K