Sebelum memutuskan untuk menuliskan namaku di list grup Abc, aku melihat siapa saja yang ikut.
"Siap ga yaaa ketemu mereka..?" batinku.
Sebenernya dengan teman yang lain, kami sudah bertemu di pernikahan Denis awal Februari kemarin. Tapi dengan dia, tidak. Sepertinya terakhir kita ketemu di Pernikahan ustadz Zulfa dan ustadzah Lisda.
"denn, idah belum siap ketemu diaa. Tapi pengen banget kumpul sama Abc."
"iyaaa dah, faham. Niat idah na silaturahim sama Abc pokonamah."
Okee. Bismillah
Jam set 2 Siang aku berangkat setelah briefing panitia dan memastikan mereka menghandle acara dengan baik, agak berat meninggalkan mereka. Tapi rindu ini juga perlu dituntaskan. Hahahaha.
Satu jam setengah perjalanan kulalui ditemani Kisah-kisah romantis peradaban Ustadz Salim A. Fillah. Masyaallahhhh luarbiasa.
Aku segera menuju rumah Dinan, salam berkali-kali tapi tidak kunjung dibuka juga pintunya, di miscall juga tidak diangkat. Tampaknya memang sedang istirahat. Ulan segera menyuruhku untuk menyusulnya ke Lokasi ketemu, Rumah Memei.
Satu hal yang kutekadkan dalam diri sebelum bertemu dia, adalah.. "Jangan sampai eyecontact" Karena perasaan antara kami kurasa udah tuntas dan tak perlu diperbaharui lagi. Cerita kami pun kurasa tidak perlu ada lanjutannya lagi.
Walaupun awalnya sedikit kikuk, tapi bisa kok aku bersikap biasa saja, bercerita, canda tawa dan bercengkrama dengan bebas tanpa embel-embel pernah "suka". Ternyata kita bisa berteman seperti biasa.
Dan sejauh ini, aku tidak sedang menunggu ataupun berharap, pada dia atau selainnya. Jadi, pulang kembali setelah bertemu dengannya tanpa membawa kembali rasa yang pernah ada, adalah pertahanan yang luarbiasa.
Dinan dan ute datang terlambat ke rumah makan karena kehabisan bensin, kami makan bersama.
Setelah itu, kami saling bertukar cerita ditentukan spinner online untuk gilirannya. Anifa tentang pengabdiannya, Dinan tentang kesibukan dunia mengajarnya, Ute dengan Pengembaraan di Depok, Rima dengan dunia kerjanya, Memei dengan cerita semester akhirnya, Ulan dan Helmi tentang rencana hari bahagianya, Viras dengan rencana Pernikahan adiknya, Ihsan dengan Pengabdian dan rencana S2 nya, Irsyad dengan rencana kerja dan cerita moveonnya.. Dan aku dengan perjalanan menerima takdir kembali ke kampung halaman..
Entahlah kenapa aku seenjoy itu bercerita didepan mereka 😇 diberi semangat, dibersamai dan dikuatkan. Hal yang paling berharga setelah beberapa lama terasa sendirian.
Sehat-sehat yaaa kalian.
ABC_XXII.
Kukira setelah pertemuan itu rindunya bisa tuntas, ternyata semakin menjadi-jadi. (konteksnya untuk semuanya yaaa, hehe)
Apalagi Icad belum bercerita semuanya.. begitupun aku.
Terimakasih teman-teman, walaupun temu kita hanya beberapa kali, tapi setiap pertemuannya selalu berharga.
Ditutup dengan lanjut cerita di rumah Dinan sampe jam setengah 3 pagi, Girls only. Tak lupa velocityyyy ehehehe.
Terimakasih Tasik, dan orang-orang yang ada didalamnya, dan cerita indah untuk setiap alurnya.
25 Maret 2025/25 Ramadhan 1446 H