Senin, 05 Maret 2018

Gelisah

Ujian tahfizh . perkelas. Dimulai dari kemaren, dengan mangsi pemberian dari teman saya ini takkan kupaparkan tentang sesuatu yang berkaitan dengan kata awalku (ujian tahfizh) . hanya sebagai keterangan latar saja.

Kala itu hari ahad, dimana kebanyakan orang disana sibuk dengan alqur'annya : persiapan menjelang ujian tahfizh."ma , makan uuk!" ajakku pada ima . ia langsung memenuhi ajakanku. Tak lama dari iru "ateuuuuuu..." teriak azka dari pinggir dapur umum. 'Tuhh kata ayah" azka sepupuku sekaligus keponakan ima , akhirnya yang ditunggu2 sejak tadi datang juga. Aku dan ima bergegas pergi ke kantor untuk menemui si penengok.. Ketika melewati dapur umum aku melihat teman-temanku sedang membenarkan mesin air , sedari tadi memang tak ada air sehingga untuk sekedar wudlu pun kita harus ke ppj. Ikut warga .

On a JOURNEY

"Aku harus ikut " tekadku sebelum hari libur tiba. Wali kelas ku akan menikah , sebagai murid yang baik aku tak ingin meremehkan , atau mengabaikan atau apalah.. Terhadap undangan yang ia berikan khusus Untuk murid-muridnya : ABC XXII .

Dengan berbagai pertimbangan yang lebih didominasi oleh keinginan untuk selalu bersama kawan-kawan.
Keinginan tidak kehilangan momen bersama teman-teman.
Akhirnya aku pergi pukul 03.00 bersama kawanku , Ima . Tanpa memberitahu siapapun (teman-teman darah tasik) bahwa aku ikut kesana. Niatnya ya biar jadi surprise :) . Meski nyatanya mereka menanggapi kedatanganku dengan biasa saja.

Kira-kira jam 6 kurang 20 menit , aku sampai di tasik . aku luruskan badan ku .. Cukup lelah . dari rajadesa-tasik hanya rehat satu kali saja . itu pun karena waktu menunjukan untuk shalat shubuh. Tujuan utama belum tergenggam , karena aku berniat berangkat bersama rombongan seangkatan. Dan resepsinyapun bukan hari ini . tapi esoknya. Itupun bukan disini, tapi di cikampek. Cukup jauh kata orang.

Ahad, 2 juli 2018. Pukul 03.00 WIB aku beserta rombongan anak abeh berangkat akhwat berangkat dari rumah dinan menuju rumah isan, tujuannya sama. Hanya kendaraan nya saja yang berbeda itupun setelah aku bersusahpayah untuk meyakinkan beberapa orang. Termasuk teman2ku, ibu dan ayah dinan, kak tsan, juga kak yasin. Singkatnya meyakinkan orang2 yang peduli akan keselamatanku.

Rombonganku terdiri dari 1 mobil carry dan 5 motor. Segera meluncur di pagi yang masih hitam itu.
Mobil carry rupanya melesat lebih cepat.
Rombongan motor pun sepertinya sama, ingin memaksimalkan kecepatan. Tapi mereka sadar, ada 2 wanita yang tak bisa di tinggalkan. Bukan karena tak ingin jauh dari keduanya, bukan juga karena memiliki rasa lebih terhadap keduanya. Mungkin lebih ke tanggungjawab.