Pengawas dihari itu banyak yang gak hadir, Panitia pun mulai mengambil cuty, padahal belum ada arahan untuk itu. 😂
Tapi tidak dengan aku, aku harus tetap hadir, jika tidak lengkap sudah cacian untuk para pengabdi di taun ini setelah beberapa hari tidak ikut kuliah shubuh, ditambah tidak mampunya menjaga image di depan anak2 setelah naum shabah.
Ah kalau aku berani mengatur, sudah kuatur semuanya terserah mauku. Tapi apalah daya, aku bukan siapa siapa . Aku belum menjadi siapa-siapa.
Untuk sekedar mengingatkan agar mereka melihat kondisi anak binaan kamarnya pun aku belum bisa, Kalau pun aku terpaksa harus melakukannya itu hanya dengan sindiran tipis. Entah mereka sadar atau tidak.
Seperti biasa di hari itu, ku siapkan soal-soal untuk ujian di hari itu. Pengawas benar-benar banyak yang absen, untuk masalah mengawasi anak2 ujian sebenarnya aku tidak terlalu tertarik. Kecuali kalau memang tak ada lagi yang mampu.
"Kelas VII A, kosong.. " ahh tidak tidak, kelas itu merupakan kelas yang paling di takuti, banyak dari kami yang tak mau masuk kesana, termasuk para pemburu bonus sekalipun.
Tapi karena benar-benar tak ada lagi nyawa disana aku langsung naik ke lantai 2.
" ustadzah, ngawas dimana..?" tanyaku pada ustadzah dilla, ketua Kesantrian Putri yang kebetulan jadwal ngawas.
"di kelas 9 didah," jawabnya.
"oohhh, di kelas 9 ya ustadzah, semangat ustadzah.. Olahraga" kataku. Memang kelas 9 terletak di lantai 3.. Cukup banyak anak tangga yang harus dilalui.
Lumayan menguras tenaga, sehingga saat sampai di kelas bukannya membagikan soal, malah nglap keringat yang gak berhenti keluar.
"Didah, " panggil beliau..
"iya uss.."
"didah mau gaa kalo tukeran ngawas nya..?" tanya ya.
Aku yang sedang benar-benar badmood malas bertemu anak2 kls 7 A yang super kepo dan nyebelin banget langsung girang.
"beneran ustadzah?"
"iya, tapi antum gapapa naik tangga lagi keatas? “
" gapapa ustadzah, " jawabku sambil senyum bahagia.
" eh ustadzah, tapi kelas 7 A mah anak2 nya nyebelin................... Blablabla" Aku ceritakan semuanya pada beliau. Takutnya kaget saat beliau masuk.
"ya gapapa didah, ana mnding ngadepin mereka daripada harus naik tangga lagi."
Map yang ku ambil langsung ku tukarkan dgn map beliau. Aku pun menuju kelas 9,kunaiki tangga demi tangga. Tapiiii....
Ahh ternyata aku masih belum dewasa, aku lebih memilih suasana kelas yang adem meski lumayan jauh. Padahal sebenarnya aku butuh mereka sebagai pendukung proses kedewasaanku.
Jelas disini terlihat siapa yang lebih kuat mental kedewasaanya dan siapa yang hanya kuat fisiknya saja.
#ustadzahdilla
#9famunaskahf
#azamdkk
#pas








