Sabtu, 15 Desember 2018

TENTANG RINDU

Ada satu masa dimana rindu tiba-tiba hinggap tanpa permisi, tanpa bertanya apakah aku mampu menerima kedatangannya dan membersamainya.
Ada satu waktu, dimana memori yang telah lama tersimpan tiba-tiba datang dan membayang.
Membuat si rindu makin nyaman berada dalam kehidupan .
Tanpa memberi kepastian tentang waktu ia pulang.
Apakabar kawan?
ABC_XXII

Minggu, 09 Desember 2018

29 okt 18


Tentang setaun lalu.. 29 oktober 2017

29 oktober 2018 15:36
Hari ini kudapati orang-orang sekitarku tersenyum padaku.. Karena mereka tau aku adalah tokoh hari ini, mungkin. Yaa lebih tepatnya ini adalah hari ulang tahunku..
Karena kesibukanku mengurus Akreditasi.. Aku hampir lupa bahwa hari ini adalah tanggal yg sama dgn 19 tahun yang lalu..
Yaa.. Itu bukan urusanku, aku tak memprioritaskan itu.. Sungguh.
Orang2 silih bergantian menyalamiku untuk sekedar mengucapkan selamat..
Adek kelas.. Anak binaan.. Teman2.. Bahkan kedua sahabatku yang jauh pun melakukannya, meski tidak secara langsung didepan mukaku.. Tapi seharusnya aku bersyukur banyak orang yang mendoakanku..
Tapi.. Rasanya ada yang kurang..
Aku tiba-tiba tenggelam pada moment setahun yang lalu.. Saat dia datang paling pagi untuk sekedar mengucapkan بارك الله في عمرك


Tepatnya saat ppl..
Ah betapa bahagianya aku saat itu.. Sungguh..
Betapa tidak.. Semua pun akan merasa bahagia saat orang yang ia sayangi melakukan hal itu.. Begitupun aku..
Saat itu rasanya aku benar-benar tak ingin pergi darimu.. Tak ingin kebahagiaan ku hanya sampai detik itu.. Tak ingin ucapan selamat itu hanya terucap sekali saja dari mu..aku sangat berharap taun seterusnya kau tetap seperti itu
Aku ingin selalu disisimu sungguh.. Karena kala itu kau memang meyakinkanku untuk itu..
Tapi nyatanya tidak.. Kita memang tidak ditakdirkan untuk itu.. Dan untuk harapan2 kita yang lalu.. Untuk janji2mu kala itu.. Untuk semua hal tentang kita.. Itu seharusnya sudah terhapus dari benakku..
Karena aku tau kita tak mungkin bersama..

Di hari ini.. Aku yang memang masih sama seperti dulu.. Aku yang masih berrasa sama terhadapmu.. Seperti setaun yang lalu..
Yang berharap agar kau kembali seperti dulu..
Untuk sekedar mengucapkan selamat..
Nyatanya tidak.. Tapi akupun tak bisa memaksamu untuk itu.. Aku tak mampu..

Di bada dzuhur tadi, aku sempat berhusnudzon..
P..
Chat darimu..
Mengetik... Cukup lama...
Aku sempat mengira..
Aku merasa bahagia...
"dah, kunci vario kata ustadz imad" katamu..
Hmmm... Hmmm. Cukup mengganjal di hati..
Aku segera beranjak.. Harapanku benar2 sirna..
Lenyap.. Dan aku kmbali seperti sebelumnya.. Aku sudah memberikan kunci itu..
Tapi kau chat kmbali seolah2 aku blum memberikan kunci vario itu.. Dan aku.. Semakin kecewa, akan dirimu.. Yang sebelumnya aku yang seharian penuh mengharapkan sebuah kado, doa atau bahkan sekedar ucapan selamat.. Tapi nyatanya kau hanya memberikan kata2 kaasar mu.. Sikapmu terhadap seorang perempuan yang membuat ku benar2 cemburu..

Terimakasih untuk kado di hari ini... 😭😭😭😭



Abc 22



ABC XXII
Selalu tentang mereka

Apakabar kawan,,,?  Dimanapun kalian berada semoga selalu diberikan kemudahan untuk senantiasa berada dalam rahmatNYa.
Masih teringat dan terbayang jelas bagaimana hari indahku bersama kalian..
Suasana kelasku dengan canda tawa kalian..
Aku tidur di siang ini, ahad 16 september 2018. Saat anak2 sedang libur bulanan. 
Mimpi itu sangat indah, sungguh aku ingin kembali kesana. 
Kalian hadir di mimpiku. Dan aku bahagia. 
Masih terbayang saat detik2 perpisahan kita. Detik yang menjadi saksi persahabatan kita. Detik yang menjadi saksi bahwa jarak akan memisahkan kita.. 
Dulu.. 
Dan aku rindu.. 
Kalian teman terbaik. 
Walau terkadang selalu ada sesuatu yg membuatku dan barca  jengkel atas kecuekan ANS.. Tapi aku tetap rindu. 
Semoga kalian baik2 saja.. 


Senin, 29 Oktober 2018

Hari lahir ke 19

Tentang hari ini
Senin, 29 oktober 2018
Hari yang cukup spesial, mungkin.
Sebagian orang yang menjadi aku mungkin akan berfikiran seperti itu.
Tepat 19 tahun lalu aku terlahir dari perut ibuku, wanita terhebat yang aku tahu
Meski terkadang membuatku jengkel atau apalah.
Tapi dengannyalah aku bisa seperti ini.
Dengan didikannya dan bimbingannya juga cintanya.
Tentunya diapun tak bisa apa-apa jika bukan takdir dariNYa..
Spesialnya hari ini bukan diukur dengan seberapa banyak orang yang mengucapkan selamat, bukan seberapa besar hadiah yang didapatkan, bukan juga seberapa meriah pesta dilaksanakan..
Hari ini adalah hari dimana aku yang yang menjadi tokoh dihari ini harus benar-benar sadar bahwa aku harus lebih bersyukur atas segala nikmat yang telah kudapatkan dariNYa.
Amal baik apa yang telah aku perbuat selama 19 tahun ini..
Berapa orang yang telah merasakan manfaat

Selasa, 07 Agustus 2018

The legend of maridh aen

Peristiwa pertama yang kualami dalam hidupku , suatu hal yang agak aneh didengar , dilihat bahkan dialami oleh orang2 sekitarku. , peristiwa yang kepopulerannya mengalahkan penyanyi tingkat atas sekalipun : mang harris j . Hampir seisi sudut pesantren membicarakan hal itu , mendebatkan hal itu bahkan ekspresi mereka pantas menjadi winner orasi mengalahkan Anis mata sekalipun , karena hal itu .
"Maridh Aen" orang-orang menyebutnya. Yang katanya merupakan bahasa arab yang berarti sakit mata , Walau akupun tak tau selaraskah bahasa itu dengan bahasa yang sebenarnya . Entahlah...
Dua per Tiga santri akhwat dikelasku mengalami hal itu , mata merah seperti ada gumpalan darah , bentuknya mengecil , rasanya ? Aku tak tau , aku tak termasuk dari mereka . Aku hanya sebagai penonton , "sepertinya , dan semoga saja" kataku dalam hati.
Beberapa temanku yang memang terkenal sigap dalam hal protes, adek kelasku bahkan kakak kelasku sekalipun yang menjadi korban membujuk ustadzah agar mengizinkan mereka pulang , agar mereka dipulangkan.
Tapi sayang usaha mereka sia-sia , sangat sia-sia . Padahal kalau dilihat dari fakta yang ada mereka memang tak pantas didiamkan disini . Di tambah penjelasan mengerikan dari para korban : badan lesu , panas dingin , mata burem , saat bangun susah dibuka , pusing , gak kuat ngeliat lama-lama dan keluahan2 lainnya yang memang bisa dibilang CUKUP parah . Mata mereka disertai cairan unik , di putih matanya terdapat pecahan-pecahan merah . Ada yang kecil ada juga yang besar. Mereka ,para korban maksudnya lebih sering menundukan kepalanya , seperti yang mempunyai beban . Sujud saat sembahyang pun tak kuat lama-lama katanya. Bukankah itu bahaya ? Seperangkat yang mengerikan.
Oke. Pihak ma'had tak mengizinkan para korban pulang ke habitatnya masing-masing , tak apa . Jika mereka diurus dengan benar , dibawa kedokter , diberi obat . Kalau tidak ? Akankah mereka dibiarkan organ terpentingnya terluka , semakin dibiarkan , semakin besar lukanya , bukankah mereka yang luka matanya parah pun berawal dari luka yang kecil ?
Memangnya apakah ma'had rugi jika para korban dipulangkan ? Tidakkah ma'had risih akan ungkapan2 pedas santri , bahkan orang tua santri. Bukankah syahriyah mereka tetap dihitung sebulan tanpa dikurangi waktu ketika mereka tak berada di ma'had , tak makan daroi ma'had ? Bukankah itu lebih menghemat kas kesehatan yang memang sangat tipis ? Meski memang tak ada yang dibawa ke dokter kecuali karena ancaman ortu mereka "kalau anak saya gak dibawa ke dokter , saya bawa pulang saja" tidak ada kepekaan. Lalu bagaimana dengan orangtua yang agak cuek tidak mengancam , atah bahkan tak tau anaknya sakit.
"Keajaiban Allah lah yang mereka tunggu"

Segera kusadarkan diriku dari berbagai lamunan aneh ,,, aku tau ma'hadku punya niat tersendiri dibalik semua ini .
Haturnuhun.
09 November 2016

Minggu, 15 April 2018

BESIDE YOU :)

"Ari idah bade enjing ??" tanyanya di whatsapp.
"Bade cnah... Ngan gak tau tmpatna denis said" jawabku.
"D share loct , Ari denis terangeun kantor disdukcapil teu? Peuntaseunana"
Percakapan malam itu , hingga akhirnya mendapat kesimpulan bahwa aku, denis, wulan dan rima akan pergi ke acara itu. Bersama mereka :) .

Keesokan harinya, acuy menanyakan alamat rumah denis "share loct!!" katanya. Tak ada fikiran sedikitpun bahwa mereka akan benar-benar datang , tapi saat sang acuy menyuruh salahsatu dari kami untuk keluar rumah , benar saja. Mereka sudah ada disana. Entah senang atau apa . Yang jelas aku merasa nyaman akan kehadiran mereka.

Ahhh.. Betapa tak percayanya aku. "Jam berapa dari sana?" tanyaku. "Setengah tujuhan" katanya.
Aku membantu denis untuk menyiapkan teh manis bagi mereka, tamu spesial pagi hari itu. Dan untuk selamanya. Rasanya, begitu dekat. Meski merasa malu. Tapi itulah yang terjadi. Kita sarapan bersama untuk yang pertama kalinya dengan orang-orang itu.

"Tatapan matamu, cukup . Jangan terlalu lama. Aku takut kau hanya memberiku kebahagiaan sementara." kataku dalam hati. kita berangkat menuju tempat kajian ustadz adi hidayat. "san, jemput lagi atuh. itukan motorna matic satu." salah seorang dari kami.
akhirnya keputusan dijatuhkan, Husen dan ikbal pergi dengan beat , ihsan dengan hasan pergi dengan moge milik ihsan. cukup keren :B . Selang beberapa  menit Ihsan dan ikbal kembali dan menyerahkan salahsatu motornya. Aku segera mengambilnya dan berniat pergi bersama Wulan agar nanti wulan yang bulak-balik jemput Denis dan Rima." Itu yang jalan ada yang bisa motor gak?" tanya isan. "Gak"
"Tukeran atuh. Biar entar yang balik laginya ana sama ikbal. Biar awet bensin. "Gimana sih?" "ya... Entar yang ngejemput lagi na saya sama ikbal. Motor ke wulanin" "initeh biar awet bensin atau biar cepet?" Tanyaku.  Karena setrlah difikir2 bensin yang keluar ya sama aja. "Dua-duanya" katanya dengan senyumnya.

Aku yang datang lebih dulu bersama Rima tak berani masuk ke area acara. 'Lebih baik menunggu yang lain.' meski sebenarnya kami sudah tau bahwa disanapun sudah ada si kembar aseli bandung.

Cukup lama menunggu, datang lah empat orang yang dinanti.
Aku, Rima , wulan dan Denis segera menuju meja registrasi.
"Selamat pagi mbak, sebelumnya udah daftar belum..?" tanya sang penta.
" belum ." jawabku. "Oh yaudah, isi disini." katanya sambil menuju daftar hadir tamu.
"Tapi da kata acuy mah udah di daftarin dah, " kata denis.
"Oh udah katanya teh," kataku lagi pada sang penta. "Atas nama siapa ya ?"
"Hasan."
"Oh pak Hasan, tadi udah kesini ya.. Bisa tolong panggil dulu.?"


Trek, sadar tak sadar. Ternyata sedari tadi kau berada di sampingku .tepat disebelah kiri. Hanya berjarak beberapa sentimeter. Aku nyaman. Ingin rasanya kusandarkan diri ini pada pindah kuat mu, menggenggam erat tangan mu, berkata bahwa aku bahagia berada dekat denganmu tanpa berfikir tuk pergi darimu, pergi meninggalkanmu.

Sembari sang Hasan berdiskusi dengan panitia tentang nasib keempat kawannya yang ternyata kami daftar setelah kuota penuh. Kau masih berada di samping. Dan aku benar2 tak ingin pergi dari waktu itu, tak ingin beranjak dari tempat itu , tak ingin berjauhan dari kehangatan itu, darimu.
"Ada suatu batasan diantara kita, dan itu hanya bisa dilewati dengan akad." katamu pada suatu malam saat program ppl. Ok , aku mengerti.



Acara selesai, sekitar pukul 11.00 . acara nya tak terlalu seru, tapi ada momen yang cukup haru, bangga saat acuy , salahsatu teman kami berani maju kedepan. "Dude herlino" katanya. Emang cukup mirip.
Keempat kawan ikhwan ku menunggu di gerbang,  kita segera menuju kesana.
"Kita mau dianterin lagi..?"
"Masa we nggak mah."


Sepertihalnya saat berangkat aku pulang lebih dulu bersama denis menuju rumahnya dengan beat milik iqbal. Di sertai isan dan iqbal dengan moge milik isan.  "Kesini lagi atuh...!" suruh denis pada mereka berdua. "Iya, gimana entar." mereka pergi. Sepi. Tapi tak apa , nanti juga kesini lagi. Kan nganterin Rima wulan.


Tak lama, Rima dan Wulan datang. Tapi tak bersama orang yang tadi , "den , minta minum." kata Hasan.
"Den den.. Umpetin power bank nya, biar ntar pada kesini lagi." salahsatu dari kami berbisik.

"Mana tas si isan? Sama power bank..?" kata Hasan. Ah kupikir dia lupa. Ah rasanya cukup berat. "Mau kemana atuh mani rarusuh.."
 "mau ke ciwidey."
" atuh ihh.. Entar dulu, kita nyeblak dulu.."
"Ah.. Rusuh." dan saat itu benar2 sepi.


"Euh atuh mani rarusuh," ku kirimkan pesan singkat via whatsapp.
"Entar juga kesana lagi da." katanya. "Kan tas sama powerbank masih disana." tambahnya.
"Udah diambil ku acuy."
"Wah? Da isan sama iqbal mah pengen istirahat dulu eung.. Cape."
"Iya sini atuh."
"Ntar, ngomong dulu ke acuy."


Entah apa yang mereka bincangkan di sebrang sana. Sebrang , jauh. Dan keputusan akhir, mereka kembali. Ke markas kami kala itu. Sungguh bahagianya.
"Dah, masak seblak we." aku dan denis pergi ke pasar dengan mio milik kakak denis. Untuk menjamu para tamu. Cukup lama. "Den, idah bahagia ih.." bisikku padanya.

Selesai masak, kami makan bersama. Sederhana saja, tapi ada kehangatan didalamnya. Obrolan-obrolan ringan.
Aku ambil hp ku dari kamar , di cas.
Pesan masuk . "Dah, dimana..?" sekitar satu jam yang lalu.

"Di rumah denis." jawabku, masih melalui whatsapp. Padahal kita berhadapan. Tapi pesan masih terus berbalasan. Jarak antara kita sekitar 2 meter tapi untuk bercengkerama biasa rasanya akan kaku ,beku.. Jadi tetap di whatsapp saja. Kamu tersenyum, dan aku bahagia . lagi.

Sekitar jam 15.00 mereka pulang ke markas nya. Rumah si kembar. Sebenarnya tak ingin berpisah, tapi apalah daya.
"Aku benar2 bahagia, dengan hari itu."
"Terimakasih Bandung dan orang2 yang ada di dalamnya, serta momen indahnya."



Terimakasih , mamah denis... Cici... A pepe.. Teh ayu.. Teh ani.. Quimby.. Sahira.. Fidella.. Dll.
Hasan Nasrullah Fatah
Husein Nasrudin Firdaus
Iqbal Muhammad Fatwa
Muhammad ishan mauludin
Isnaennisa jamilah
Rima rumaisah
Wulan Diani


Pas pulang menuju tasik, di garut aku denis rima dan wulan melihat kalian di motor.
Udah. Itu aja.

Libur UN
Bandung , 14 April 2018

Sabtu, 14 April 2018

Bandung today

Libur UN...
Hari ini merupakan hari yang sangat spesial untukku , dan orang sekitarku . mungkin :)
Di kota Kembang ini ku ungkapkan  bahwa aku merasa bahagia berada didalamnya terutama saat orang-orang yang berarti bagiku hadir mennyempurnakan kebahagiaan ini..
Secara tiba-tiba tanpa planning dari jauh hari...
Terima kasih

Kajian bareng-motor beat- seblak-nutrisari jeruk-rumah denis-syauki-teh manis- power bank- pasar- kean- your smile :* -denis-rima-wulan-acuy-didan-blend-ishann -abc XXII

Bandung, 14 april 2018



Senin, 05 Maret 2018

Gelisah

Ujian tahfizh . perkelas. Dimulai dari kemaren, dengan mangsi pemberian dari teman saya ini takkan kupaparkan tentang sesuatu yang berkaitan dengan kata awalku (ujian tahfizh) . hanya sebagai keterangan latar saja.

Kala itu hari ahad, dimana kebanyakan orang disana sibuk dengan alqur'annya : persiapan menjelang ujian tahfizh."ma , makan uuk!" ajakku pada ima . ia langsung memenuhi ajakanku. Tak lama dari iru "ateuuuuuu..." teriak azka dari pinggir dapur umum. 'Tuhh kata ayah" azka sepupuku sekaligus keponakan ima , akhirnya yang ditunggu2 sejak tadi datang juga. Aku dan ima bergegas pergi ke kantor untuk menemui si penengok.. Ketika melewati dapur umum aku melihat teman-temanku sedang membenarkan mesin air , sedari tadi memang tak ada air sehingga untuk sekedar wudlu pun kita harus ke ppj. Ikut warga .

On a JOURNEY

"Aku harus ikut " tekadku sebelum hari libur tiba. Wali kelas ku akan menikah , sebagai murid yang baik aku tak ingin meremehkan , atau mengabaikan atau apalah.. Terhadap undangan yang ia berikan khusus Untuk murid-muridnya : ABC XXII .

Dengan berbagai pertimbangan yang lebih didominasi oleh keinginan untuk selalu bersama kawan-kawan.
Keinginan tidak kehilangan momen bersama teman-teman.
Akhirnya aku pergi pukul 03.00 bersama kawanku , Ima . Tanpa memberitahu siapapun (teman-teman darah tasik) bahwa aku ikut kesana. Niatnya ya biar jadi surprise :) . Meski nyatanya mereka menanggapi kedatanganku dengan biasa saja.

Kira-kira jam 6 kurang 20 menit , aku sampai di tasik . aku luruskan badan ku .. Cukup lelah . dari rajadesa-tasik hanya rehat satu kali saja . itu pun karena waktu menunjukan untuk shalat shubuh. Tujuan utama belum tergenggam , karena aku berniat berangkat bersama rombongan seangkatan. Dan resepsinyapun bukan hari ini . tapi esoknya. Itupun bukan disini, tapi di cikampek. Cukup jauh kata orang.

Ahad, 2 juli 2018. Pukul 03.00 WIB aku beserta rombongan anak abeh berangkat akhwat berangkat dari rumah dinan menuju rumah isan, tujuannya sama. Hanya kendaraan nya saja yang berbeda itupun setelah aku bersusahpayah untuk meyakinkan beberapa orang. Termasuk teman2ku, ibu dan ayah dinan, kak tsan, juga kak yasin. Singkatnya meyakinkan orang2 yang peduli akan keselamatanku.

Rombonganku terdiri dari 1 mobil carry dan 5 motor. Segera meluncur di pagi yang masih hitam itu.
Mobil carry rupanya melesat lebih cepat.
Rombongan motor pun sepertinya sama, ingin memaksimalkan kecepatan. Tapi mereka sadar, ada 2 wanita yang tak bisa di tinggalkan. Bukan karena tak ingin jauh dari keduanya, bukan juga karena memiliki rasa lebih terhadap keduanya. Mungkin lebih ke tanggungjawab.