"Aku harus ikut " tekadku sebelum hari libur tiba. Wali kelas ku akan menikah , sebagai murid yang baik aku tak ingin meremehkan , atau mengabaikan atau apalah.. Terhadap undangan yang ia berikan khusus Untuk murid-muridnya : ABC XXII .
Dengan berbagai pertimbangan yang lebih didominasi oleh keinginan untuk selalu bersama kawan-kawan.
Keinginan tidak kehilangan momen bersama teman-teman.
Akhirnya aku pergi pukul 03.00 bersama kawanku , Ima . Tanpa memberitahu siapapun (teman-teman darah tasik) bahwa aku ikut kesana. Niatnya ya biar jadi surprise :) . Meski nyatanya mereka menanggapi kedatanganku dengan biasa saja.
Kira-kira jam 6 kurang 20 menit , aku sampai di tasik . aku luruskan badan ku .. Cukup lelah . dari rajadesa-tasik hanya rehat satu kali saja . itu pun karena waktu menunjukan untuk shalat shubuh. Tujuan utama belum tergenggam , karena aku berniat berangkat bersama rombongan seangkatan. Dan resepsinyapun bukan hari ini . tapi esoknya. Itupun bukan disini, tapi di cikampek. Cukup jauh kata orang.
Ahad, 2 juli 2018. Pukul 03.00 WIB aku beserta rombongan anak abeh berangkat akhwat berangkat dari rumah dinan menuju rumah isan, tujuannya sama. Hanya kendaraan nya saja yang berbeda itupun setelah aku bersusahpayah untuk meyakinkan beberapa orang. Termasuk teman2ku, ibu dan ayah dinan, kak tsan, juga kak yasin. Singkatnya meyakinkan orang2 yang peduli akan keselamatanku.
Rombonganku terdiri dari 1 mobil carry dan 5 motor. Segera meluncur di pagi yang masih hitam itu.
Mobil carry rupanya melesat lebih cepat.
Rombongan motor pun sepertinya sama, ingin memaksimalkan kecepatan. Tapi mereka sadar, ada 2 wanita yang tak bisa di tinggalkan. Bukan karena tak ingin jauh dari keduanya, bukan juga karena memiliki rasa lebih terhadap keduanya. Mungkin lebih ke tanggungjawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar