Minggu, 09 Desember 2018
29 okt 18
Tentang setaun lalu.. 29 oktober 2017
29 oktober 2018 15:36
Hari ini kudapati orang-orang sekitarku tersenyum padaku.. Karena mereka tau aku adalah tokoh hari ini, mungkin. Yaa lebih tepatnya ini adalah hari ulang tahunku..
Karena kesibukanku mengurus Akreditasi.. Aku hampir lupa bahwa hari ini adalah tanggal yg sama dgn 19 tahun yang lalu..
Yaa.. Itu bukan urusanku, aku tak memprioritaskan itu.. Sungguh.
Orang2 silih bergantian menyalamiku untuk sekedar mengucapkan selamat..
Adek kelas.. Anak binaan.. Teman2.. Bahkan kedua sahabatku yang jauh pun melakukannya, meski tidak secara langsung didepan mukaku.. Tapi seharusnya aku bersyukur banyak orang yang mendoakanku..
Tapi.. Rasanya ada yang kurang..
Aku tiba-tiba tenggelam pada moment setahun yang lalu.. Saat dia datang paling pagi untuk sekedar mengucapkan بارك الله في عمرك


Tepatnya saat ppl..
Ah betapa bahagianya aku saat itu.. Sungguh..
Betapa tidak.. Semua pun akan merasa bahagia saat orang yang ia sayangi melakukan hal itu.. Begitupun aku..
Saat itu rasanya aku benar-benar tak ingin pergi darimu.. Tak ingin kebahagiaan ku hanya sampai detik itu.. Tak ingin ucapan selamat itu hanya terucap sekali saja dari mu..aku sangat berharap taun seterusnya kau tetap seperti itu
Aku ingin selalu disisimu sungguh.. Karena kala itu kau memang meyakinkanku untuk itu..
Tapi nyatanya tidak.. Kita memang tidak ditakdirkan untuk itu.. Dan untuk harapan2 kita yang lalu.. Untuk janji2mu kala itu.. Untuk semua hal tentang kita.. Itu seharusnya sudah terhapus dari benakku..
Karena aku tau kita tak mungkin bersama..
Di hari ini.. Aku yang memang masih sama seperti dulu.. Aku yang masih berrasa sama terhadapmu.. Seperti setaun yang lalu..
Yang berharap agar kau kembali seperti dulu..
Untuk sekedar mengucapkan selamat..
Nyatanya tidak.. Tapi akupun tak bisa memaksamu untuk itu.. Aku tak mampu..
Di bada dzuhur tadi, aku sempat berhusnudzon..
P..
Chat darimu..
Mengetik... Cukup lama...
Aku sempat mengira..
Aku merasa bahagia...
"dah, kunci vario kata ustadz imad" katamu..
Hmmm... Hmmm. Cukup mengganjal di hati..
Aku segera beranjak.. Harapanku benar2 sirna..
Lenyap.. Dan aku kmbali seperti sebelumnya.. Aku sudah memberikan kunci itu..
Tapi kau chat kmbali seolah2 aku blum memberikan kunci vario itu.. Dan aku.. Semakin kecewa, akan dirimu.. Yang sebelumnya aku yang seharian penuh mengharapkan sebuah kado, doa atau bahkan sekedar ucapan selamat.. Tapi nyatanya kau hanya memberikan kata2 kaasar mu.. Sikapmu terhadap seorang perempuan yang membuat ku benar2 cemburu..
Terimakasih untuk kado di hari ini... 😭😭😭😭
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar