Selasa, 23 Juli 2019

My Brothers


Hari ini, senin 2 july 2018
Tentang perasaan.
Masih benar- jelas terekam saat aku mengadukan segala masalahku padamu, tak ada seorangpun yg ku beri tau tentang hal itu. Kecuali dirimu. Aku menangis, merasa bahwa hidupku memang tak berarti lagi, tak berguna, sampai aku berfikir untuk mengakhiri.
Saat itu, saat semua orang seperti asing bagiku, saat semua orang menutup telinganya untukku, saat semua orang mengalihkan pandangnya dariku, kau datang...
Kau datang sebagai embun yang menyejukan padang gersang..
Laksana pelita dimalam gelap gulita..
Kau yang selalu menghargaiku dengan sabar mendengarkanku.. Walau tak semua masalah kau beri solusi, tapi
Setidaknya kau setia menerima keluh kesah ku.. Kau korbankan waktu tidurmu hanya untuk mendengarkan isak tangisku.. Setidaknya.. Kau menganggapku ada.
Waktu berlalu dan kau selalu seperti itu dengan ceritamu yang tak pernah membuatku ragu untuk memberi nilai 100.. Good story.
Dengan senyum manismu..
Kata penguat hidup ku..
Segala sesuatu tentangmu, aku katakan "kamu itu unik" dan apa yang aku dapatkan darimu adalah hal paling indah untukku, dan aku merasa nyaman.
Kau juga tak pernah sungkan memberiku bantuan2.. Dalam segala hal.. Sampai kau rela diam menunggu dari ashar sampe isya.. Hanya untukku. Ya bukan yang lain. "bilangin ka bu dokterna abi heula, karunya aa ngantosan."
Kamu tau pada saat itu aku bnr2 bahagia.
Kau langsung tercatat sebagai lelaki ketiga yang paling hebat dalam hidupku.
Saat aku bnr2 pusing dlm mnyelesaikan tugas makalahku kau datang.. Membantuku.
Dan aku bahagia.
Hingga pada suatu hari, aku benar2 takut kehilanganmu di suatu hari. Dgn ragu kuputuskan untuk pergi meninggalkanmu. Agar saat kau benar2 pergi aku tak terlalu merasa kehilanganmu. Agar saat kau benar2 harus menempuh hidupmu yang baru, aku tak terlalu merasa kehilangan mu. Ya , agar aku terbiasa dengan itu.
Tapi tingkahmu membuat aku bertahan untuk menjadikanmu sebagai orang hebat.. Orang spesial mungkin.
Semua terus berlalu dengan dirimu yang seperti itu. Dan aku bahagia mengenalmu. Menjadi orang yang dekat denganmu.
Hingga sampailah pada saat perpisahan itu.. Saat aku benar2 akan kehilangan jarak denganmu. Ya kau akan pergi. Sedangkan aku tetap disuatu tempat yg kita tmpati 3 taun lamanya dgn bersama.
Sungguh itulah perpisahan tersulit bagiku, dimana aku akan kehilangan orang2 yang sangat berpengaruh bagi hidupku. Aku akan berpisah dengan tmn2ku.. Juga denganmu.
Kita berfoto bersama, dan berpisah.
Tapi saat aku pergi meninggalkanmu yg masih ingin disana, aku merasa ingin kembali. Masih banyak hal yang ingin ku katakan, karena aku sadar apakah kita bisa berjumpa lagi atau tidak.
Dan aku yg telah dalam perjalanan pulang memutuskan untuk kembali. Agar esoknya masih bisa berkata2 dgnmu atau sekedar melihat senyummu.
Pagi buta aku mencari suatu hal.. Yang akan kupersembahkan untukmu. Aku sadar bahwa kita akan berjauhan.. Aku inhin memberimu sesuatu agar dengN kau melihatnya, kau akan mengingatku. Mungkin.. Meski memang tak terlalu berharga mungkin.
Pagi itu kita ber3 berkumpul.. Ah sungguh begitu sedih kala itu.. Berat.. Aku tak tau kapan lagi kita berjumpa.. Aku tak tau adakah waktu untuk itu. Aku tak tau..
Saat itu merupakan salahsatu hal terberat dalam hidupku.
"idah minta maaf ya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar