Selasa, 23 Juli 2019

Kehadiranmu




Abis nonton video khitobah.
Taukah kamu, bahwa pada kala itu aku berharap engkau hadir dan melihat penampilan terbaikku. Dari jauh hari aku siapkan agar aku bisa memberikan yang luar biasa. Karena kamu adalah objek dari semuanya, tentang khutbah itu juga perasaan.
Dengan khutbah itu ku selipkan pesan-pesan tersimpan, aku berharap kau dapat sesuatu yang tak rumit namun pasti, aku ingin kau mengerti.

Kegalauan itu bermula saat maghrib itu, entah kenapa aku benar2 ingin menemui. Tapi kau tak kunjung hadir.
Sang Acuy berkata bahwa kau pergi dalam waktu yang cukup lama. Aku tak mengerti.


Aku masih menunggu, berharap kamu ada.
Gladi khitobah pertama, kau tak hadir. Esoknya...
Gladi kedua, kau tak juga hadir. Aku ingin tau apa yang terjadi , tapi aku siapanya kamu?  Dan akhirnya... "Tadi, isan gak bakal ikut khitobah ?" aku memberikan diri bertanya pada sang ustadz .
"Nggak kayanya. Lagi tes buat kuliah" jawab ustadz zulfa.
"Gak bakal ngandani atuh stadz ?"
"Kuliah dulu katanya." asli nyesek. "Emang kenapa gitu..?" lanjutnya.
" gpapa." aku pura2 baik baik-baik saja. Aku tak perlu menceritakan apapun pada beliau. Jika ku ceritakan pun mungkin takkan merubah apapun kan?

Dan sejak itu, aku tak berharap kau datang, aku tak berharap kau hadir, tak berharap kau melihat penampilanku. Aku tak berharap apa2. Tepatnya, aku lupa. Memang bisa?  atau mungkin memaksa diri untuk melupakanmu.

Acara dimulai, teman-teman mu , temanku... Mereka menampilkan yang terbaik, seru. Tapi tak ada kamu.
Aku belum di panggil untuk maju kedepan, sesekali aku melihat keluar. Ternyata masih sedikit berharap ada yang hadir selain ratusan penonton yang telah ada.

Sore itu acara masih berlangsung, ikbal sang juara.. tampil. Luar buasaa. Setelah itu aku.
Aku harus melakukan yang terbaik. Meski tak ada kamu. Aku harus bisa. Kata orang aku juga luar biasa. Tapi menurutku tidak, tidak ada kamu.
Setelah tepuk tangan yang tertuju padaku mulai sayup, Muhas tampil... Syara tampil .. Tapi audience yang berada di belakang ku tetap meluncurkan pujian padaku. Tapi aku tak bahagia. Sama sekali. Acara ditutup. Akan dilanjut bada isya.

Aku pergi meninggalkan aula, menuju kamar. Tiba2 ima menyenggol badanku, mengatakan sesuatu.. Berkata bahwa kamu ada. Udah pulang dari Bandung. Ah dirimu,
kenapa gak dari tadi ?
Kenapa gak liat idah tampil?
Kenapa juga idah tampil nya sore ? Kenapa gak malem aja ?
Aku semakin kesal.
Kenapa kamu datang sore itu ?
Kenapa tak besok aja sekalian ?


Aku bingung dengan diriku, rasanya ingin tampil kedepan lagi, agar dilihat oleh mu ? Mungkin. Padahal orang bilang aku sudah menampilkan yang terbaik. Tapi kurasa tidak.
Malam hari. Kamu tampil. Bahagia bisa melihatmu, tapi tetap saja. Masih terasa sesak.

Saat pengumuman, aku ditaqdirkan menjadi yang terbaik. Dan harus kedepan. Tapi sayang, kau sudah pergi meninggalkan aula beberapa saat sebelum pengumuman berlangsung. Sempat berfikir bahwa kamu hanya pergi untuk sekedar ke kamar mandi , atau mengambil sesuatu... Atau apalah... Dan akan kembali.
Tapi sampai penghujung acara, aku yang selalu menunggumu tak mendapati apa yang kutunggu. Bahkan saat foto bersamapun.

Yasudah tak apa. Lupakan saja dan jangan tanyakan lagi tentang itu. Ini hanya sebatas curahatan cerewetku.

Aku baik baik saja,
Aku akan berusaha untuk baik-baik saja


Sabtu , 19 Mei 2018
Hujroh madinah.
Malam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar