Senin, 25 Desember 2017

why am i live here ?

"Udah san .. Jangan nangis !" aku terus membujuk sani agar berhenti dari tangisnya . entah yang ke berapa kalinya . "san.. Kan cuma bercanda." aku tidak menyerah . tapi hasilnya nihil .. Ia masih tetap menangis , meski volumenya berkurang , lebih kecil sedikit .. Masih dalam posisiku , mengelus-elus kepalanya 'siapa tau kondisinya lebih baik.' ah menyebalkan... Ingin rasanya pergi saja , tapi rasa salahku membuatku terdiam lebih lama , memaksa diriku untukku belajar tanggung jawab. Tanggung jawab atas tulisan itu yang membuatnya menangis . "ima nurfadilah sableniyah." seperti itulah. "Atuh da nama ana ada disana ." jawab sani saat ditanya nurul , "kenapa menangis ?"

"Udah atuh san.. Namanya juga di ponpes , banyak ujian . lagian itukan cuma hiburan."  kataku. Ia ? Masih tetap dalam posisinya . "Nurul juga gakpapa di becandain sama kak nazmah?" tambahku sambil melirik Nurul , ia hanya tersenyum . cukup manis. "Siapa ini yang nulis ?" tanya nurul sambil menunjukan coretan di meja , sembari mengalihkan pembicaraan. 'Ka ihsan kapan main bareng , 10 kh' tulisan yang ia tunjuk. "Masa we idahmah." jawabku . seperti biasa iapun tersenyum . entah apa maknanya.

Sani masih tetap menangis , masih berduka gara-gara namanya di rentetkan dengan nama ima , seseorang yang di khobarin sama iqbal , kakak tersayangnya , mungkin.

"Siapa ya?" Nurul bertanya lagi . "kak nazmah mungkin lun.." jawabku ."calon teteh tuh lun." tambahku , sedikit sulit aku mengatakannya. "Ih gak mau... "  tolaknya dengan wajah sinis . "kalo misalnya jadi gimana lun ?" aku bertanya terus . ngoconan. Jarang-jarang aku ngobrol dengannya . "gak." jawabnya tegas. "Eh .. Jangan gitu.." "da anamah gak mau kakak ana nikah sama anak NI lagi ," ah seperti terbesrett oleh kater baru.. Peurih lun. "Kenapa gituh?" aku tetap kepo. "Anamah gak mau sama yang udah kenal aja." jawabnya . 'ah
. kalau tau begini , tak ingin aku mengenalmu , lun."

Aku tau semua keputusan hanya pada-NYA . tapi setidaknya akan ada kecanggungan. Sudahlah.... 'Gimana jika takdirnya begitu?' "yuk ah san , ke hujroh..!" ajakku pada sani.


Parakanpanjang , 23 November 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar